idA.K

Aduhai, udah lama banget gak nge-Blog. Kalo diliat dari postingan terakhir, udah hampir 2 taun. Ikikikikiki sui ne Rek. Banyak hal yang terjadi yang tidak ter-record selama kurun waktu tersebut. Tapi gak usah di qodho-lah ya.. udah gak inget juga lagian.

Eniwei, ni sekarang ceritanya lagi ‘tour of duty’ di kota Pahlawan.

Huwahaha…ribet banged mulei dari nyari kosan, penyesuaian makanan, ampe culture shock, huihihi… emang kalo yang namanya beda  budaya itu gak gampang yah disesuaikan. Tapi ada 1 bahasa universal yang bisa dipake di semua sikon. Apa itu namanya? Senyum.

Dimari mah namanya seumur2 gak pernah ngerantau & ngekost, jadi rada aneh juga rasanya. Walopun di rumah emang udah biasa apa2 sendiri, tapi tetep aja gak ada temen cekikikan abis pulang beraktifitas. Jadi ceritanya dalam kurun waktu selama dua bulan ini udah 1 kali pindah kosan, gara2 air keran di kosan lama rodho m e d i t alias p e l i t. Jadilah pindah ke kosan baru yang bangunannya juga baru, namun gak ada AC nya, sauna terus deh jadinya. Jie… jadi anak kos juga ceritanya. Udah gitu, karena ada duty lagi di Jakarta, jadilah itu kosan ditinggal selama 2 minggu lamanya. Sekembalinya ke kosan, lha kok jadi banyak kecoak? hii… jijix banged. Untung udah beli semprotan hama, jadi udah ada senjatanya. Tapi tetep aja jijik namanya ama kecoak.. ada yang segede gaban, pinokio, ampe yang se imut marmut. Ukurannya mayoritas jumbo tuh kecoak. (males nyari gambarnya, ah, jijay). Akhirnya kepikiran untuk beli ini Kapur ajaib pembunuh serangga.

Nah sekarang kita telusuri asal muasalnya. Pertama kali menmpati kosan itu, sebenernya cukup bersih, soalnya bangunan baru, paling cuman debu2 aja yang rodho uakeh (rada banyak). NAH setelah ditinggal 2 minggu, ada yang berubah: di tangga menuju tempat jemuran di lantai 2, rupanya ibu kosnya menyalurkan bakat dan minatnya pada bercocok tanam. Jadilah banyak pot-pot kecil bertengger di tiap dua anak tangga. Alhasil, banyak kecoak bersarang di tanah-tanah tersebut. Protes dadn surat pembaca sudah dilayangkan namun rupanya si ibukos gak paham juga ato pura2 oneng mungkin, sebab tak satu pun tindakan tegas dilakukan demi menjaga kenyamanan customernya. Ni cerita bakal bersambung. Terus ikutin lanjutannya ya…

Senang sekali bisa mendengarkan pendapat tokoh-tokoh yang di-consider sebagai leaders, baik di bidang business maupun politik pada forum leadership yang diadakan di hotel Le Meridien Rabu 26 November 2008 tadi. Ada 5 tokoh yang hadir dalam diskusi tersebut, secara berurutan yaitu Sandiaga Uno, Tony Chen, Fransiscus Welirang, Indra J Piliang, dan Rizal Mallarangeng. Masing-masing secara bergantian mengemukakan pendapatnya mengenai karakter dan bekal yang harus dimiliki oleh seorang leader, kemudian diselingi dengan sesi tanya-jawab.

Kalau menurut Pak Sandi, panggilan buat Sandiaga Uno, mantan ketua HIPMI dan CEO Saratoga Capital, leader yang sebenarnya akan muncul di saat krisis. Artinya, pada saat krisis-krisis, baik tahun 98 maupun sekarang, nantinya akan melahirkan leader yang sesungguhnya. -Bahkan Pak Sandi sempat membuat statement kalau rupiah pada akhir Desember nanti akan berada di bawah 10.000; berdasarkan hasil analisa 5 economist yang dimilikinya.- Beliau juga sempat ‘meramalkan’ bahwa leaders di masa depan akan muncul dari kalangan orang-orang yang terbiasa bekerja di multinational company, entrepreneur, maupun kutu loncat yang sering berpindah-pindah kerja (in a good way); all and all karena culture yang dimilikinya.  Kemudian dari segi background pendidikan, akan banyak muncul leader yang berasal dari disiplin ilmu liberal art & science. Kemudian mereka-mereka yang memiliki ekstrskurikuler di bidang sports maupun debate. Mengenai karakter, kehandalan dalam idea distribution, kemampuan memotivasi, peduli dan jujur, serta memiliki sense of humor, ialah beberapa dari faktor utama yang membentuk seorang leader.

Lain Pak Sandi, lain pula Pak Tony Chen dari Microsoft Indonesia. Beliau menyoroti beberapa hal berkaitan dengan teknologi di Indonesia dan beberapa hal terkait dengan piracy. Bahwa kepemilikan PC di sini hanya 3%, dan bahwa di sekolah-sekolah, jika dirasiokan, satu PC itu di-share dengan 1000 siswa !!! Bagaimana bisa maksimal pembelajarannya? Soal leadership, beliau menuturkan beberapa karakter ideal yang harus dimiliki seorang leader diantaranya mereka yang bisa live the value, lead by example, dan think big – do big.

Berlanjut ke pendapat ke-tiga dari Pak Fransiscus (Frank) Welirang, direktur Indofood sukses makmur. Sebelumnya beliau lumayan banyak menyoroti mengenai krisis pangan dan ledakan penduduk di Indonesia. Ada benang merah yang dimiliki semua leader, terlepas dari gaya kepemimpinannya pada saat-saat yang berbeda, yaitu konsistensi, environmental scanning, dan kemampuan berkomunikasi.

Sesi kedua adalah pendapat dari bidang politik. Narasumber yang hadir yaitu Rizal Mallarangeng (mantan capres yang sudah mundur dari kancah pencalonan), dan Indra J Piliang, dengan dimoderatori Bima Arya dari Leads Institute. Di sini juga sempat disorot mengenai aksi sportif McCain memberikan selamat kepada Obama, sesuatu yang jarang ada di pemilihan-pemilihan leader di Indonesia (termasuk pilkada); ya, itu kan karena prosesnya di sana juga bersih banget, Pak, lain sama di sini. Seterusnya, di sesi yang ini udah nggak konsen lagi, soalnya udah laper banget, hehehe..

Tapi ada satu kesimpulan yang dapat diambil dari semua pendapat para tokoh, bahwa seorang leader, seperti seorang nahkoda kapal, boleh bergerak maju, boleh belok ke kiri, ke kanan, putar arah, atau apapun, bahkan boleh gagal sekalipun. Tapi ada satu hal yang sedikitpun tidak boleh dimiliki seorang leader, yaitu sifat penuh keragu-raguan. Rasanya ini berlaku untuk semua leader dalam kapasitas apapun, baik di dalam masyarakat, negara, maupun rumah tangga.

Nah, di 2009 nanti kita akan butuh pemimpin yang punya visi, dan tahu bagaimana cara untuk menuju ke sana, serta berbagai syarat karakter dan kapasitas yang mumpuni sebagai seorang pemimpin bangsa. Akankah penantian kita berujung manis? Kita lihat saja nanti.

Inget postingan tentang kejadian heboh luar biasa? Nah, kan ada 2 kejadian, tuh:

1. Anak s1 yang kemalingan leptop

2. Anak s2 yang kemalingan leptop (korban adalah temen sekelas gw)

Ceritanya, ni anak s1 penasaran, dan diumpaninlah satu biji leptop lagi ditarok di lobby. Nah trus pas ada orang ngambil tu leptop, terjadilah dialog begini:

Anak s1: Bu, itu leptop siapa? kok main bawa aja?

Maling  : Oh iya, pantesan lebih berat dari biasanya.

Anak s1: (kesal) langsung nonjok malingnya.

Alasannya nggak banget deh: ‘lebih berat dari biasanya’. Si maling sekarang diamankan di ruangan kecil di pojokan lantai 4. Tapi, itu tersangka untuk kasus 1. Tersangka untuk kasus 2, menurut keterangan tersangka, adalah temannya sendiri, yang juga cewe. Tapi temennya itu berhasil kabur. Dan leptop Acer Ferrari sekon ituh dijual cuman dengan harga 1.5 juta rupiah sahaja. (geleng-geleng-geleng).

Read the rest of this entry »

Eh, ada peta mudik onlen, nih.

Kalo mau liat LIVE via CCTV-nya dephub juga bisa.

Tags:

Pujian

Posted on: September 26, 2008

Apa yang sampeyan rasakan sesaat setelah mendapat pujian? GR? Melayang? Merasa lebih dihargai? Semakin percaya diri? Balik memuji? Semuanya wajar, asal jangan berlebihan. Pada dasarnya, seseorang yang bisa menghargai orang lain, dan diwujudkan dengan kata-kata dan ekspresi yang tulus, akan mendapatkan penghormatan balik dari orang yang dipujinya. Say: saya menghormati dan menghargai Anda lebih dari yang Anda tahu. Jadi, jika kita banyak memberi dengan ikhlas, maka kita akan mendapat balasan sesuai dengan kadar keikhlasan itu, bahkan bisa jadi lebih besar dari yang kita kira.

Dalam berdoa pun, ada adabnya. Bukan langsung pada list permintaan, tetapi dimulai dulu dengan puji-pujian, berupa asmaul husna. Dilanjutkan dengan shalawat, baru content do’anya, dan ditutup sekali lagi dengan perasaan takut dan penuh harap, yang pada dasarnya juga merupakan pujian kepada Sang Pemilik Semesta beserta isinya, bahwa tanpa pertolongan dari-Nya, kita bukanlah apa-apa.

Jadi pada dasarnya, konsep ini merupakan satu logika sederhana. Sama seperti halnya jika kita ingin mengajak orang lain berbuat kebaikan, maka yang harus dilakukan bukanlah langsung to the point seperti memberikan perintah, namun dimulai dengan menyentuh hatinya. Pun ketika kita ingin memberikan sebuah kritik, maka kemukakan dulu kelebihan2 orang tersebut, baru kemudian sampaikan dengan bijak, maksud dan tujuan dari arah pembicaraan.

Semoga bermanfaat.

Tags: ,

5555

Posted on: September 25, 2008

Ari ini inbox Gmail ku menembus angka psikologis 5555.

Benar-benar postingan tidak berguna di siang bolong.

Tags:

Pada seperempat abad plus satu ini, semakin bisa belajar memaknai hidup lebih dalam. Semakin banyak target yang lalu kini tercapai, namun masih banyak juga yang belum tercapai. Semakin bisa menghargai hal-hal kecil dan mensyukuri nikmat bersama orang-orang yang cinta kepada-Nya. Semakin bisa menghargai waktu dan kehidupan. Semakin bisa lebih logis dalam mengambil keputusan. Semakin bisa merasai apa-apa dengan lebih rasional. Semakin bisa mengambil pelajaran atas masa yang telah lalu. Semakin kuat menghadapi tamparan.

Namun demikian, akan semakin memiliki target-target diri yang lebih tinggi. Semakin menempa diri dengan bekal apa yang bisa dipersiapkan. Semakin banyak membaca buku dan koran. Semakin dekat dengan keluarga. Semakin menyadari arti penting sebuah aliansi strategis dan international expansion. Semakin yakin akan pertolongan yang dekat. Semakin mengerti akan suratan yang telah digariskan.

Selain daripada itu, semakin banyak menerima undangan. Semakin ketagihan ngeplurk. Semakin jarang ngeblog. Semakin sering pulang larut malam sekali. Semakin kurang waktu untuk istirahat. Semakin sering bertemu kawan lama di dunia maya. Semakin sering bertemu hal-hal yang ingin dilupakan. Semakin banyak mengenal orang dan memahami karakternya masing-masing. Semakin sering olahraga. Semakin sering makan buah dan suplemen kesehatan. Dan semakin ingin i’tikaf lagi.

Tak bisa dihindari, harus semakin sering mereview informasi. Harus semakin sering melakukan benchmarking. Harus semakin banyak belajar apapun. Harus semakin melakukan percepatan. Harus lebih menyeimbangkan kehidupan dan kesibukan. Harus lebih semangat lagi. Harus semakin fokus dan serius. Mengingat waktu yang terus berkurang.

Tapi biarlah, asalkan semakin bersungguh kita berusaha. Semakin sering mendekatkan diri pada-Nya. Semakin jatuh bangun dan tidak jatuh lagi. Semakin tertempa jiwa dan raga dari panasnya kehidupan. Semakin bisa melakukan segala sesuatu berdasarkan prioritas. Toh akan semakin dekat dengan home-run itu lagi. Semakin banyak kesempatan terbuka lebar. Semakin menghargai betul dengan sungguh penuh seluruh akan arti penting memegang tiket yang telah diberikan untuk jalan selanjutnya.

Dalam munajat ini, tersirat harapan yang semakin ingin diijabah. Pada waktu-waktu yang semakin mendekati 10 hari terakhir Ramadhan. Semakin sering mengetuk pintu langit ke-tujuh. Menengadah jari dan menghadapkan wajah ke Arsy. Agar kiranya, Ia sudi untuk sekedar mendengar dan menjawab permohonan yang semakin bertambah setiap tahunnya. Aaamiiin.

Tags: