idA.K

Nyobain Transjakarta

Posted on: January 21, 2006

Senin sore (15/jan) selepas kerja, iseng2 nyobain Transjakarta ‘Koridor 2′ yang melewati Kelapa Gading [Pulo Gadung]. Excited. Karena baru pertama kali, bertanyalah aku pada Pak Satgas yang menjaga pintu keluar halte Benhil.

Beliau bilang, untuk ke PolGad [PuloGadung], sementara halte Harmoni belum selesai dibangun, disarankan turun di Sawah Besar, kemudian naik arah balik ke Monas (tidak turun halte), kemudian baru naik yang jurusan PolGad – one-trip ticket only.

  • Transjakarta koridor 1 berwarna merah-oranye
  • koridor 2 berwarna biru (khusus yg berwarna merah akan ditulisi ‘koridor 2′ agar tidak tertukar dengan jurusan Blok M)
  • Harga tiket Rp 3500 dari pukul 0700-2200
  • Rp 2000 untuk pukul 0500-0700.
  • Crowded. Sesampainya di Sawah Besar, kerumunan orang yang memiliki gagasan sama (sama2 pengen nyoba nyambung bis) tumplek blek di sana. Untunglah halte dibuat seramah mungkin. Mulai dari TV Plasma, koran, tempat sampah, kotak saran, info rute, mading Transjakarta, automatic door, tempat duduk, penerangan, ditambah senyum ramah Pak Satgas, menghiasi waktu-waktu menunggu. Sepanjang jalan, jendela besar dengan view taman yang bagus memberikan nilai tambah untuk inovasi mass rapid transportation ini. Di dalam bis, disediakan tempat sampah dan emergency fire extinguisher berukuran kecil. Jangan harap ada pengamen atau orang minta sumbangan dan pedagang power glue, apalagi orang meludah sembarangan (yiks!), lha wong bawa eskrim (cone/es tung tung) aja nggak boleh lho. Kontras rasanya jika dilihat pada titik-titik tertentu semisal Pedongkelan yang masih banyak pemukiman kumuh dan tempat lokalisasi buang sampah sembarangannya.
    Ramai benar di dalam bis. Mulai dari orang chit-chat, sampai bertanya berkali-kali kepada penumpang lain di mana harus berhenti dan naik selanjutnya – biasalah masih banyak juga yang bingung.
    Baru dapat duduk setelah Monas (ke arah PolGad). Dekat-dekat pemberhentian terakhir, serasa di kutub utara, dingin sekali karena jumlah penumpang sudah sangat berkurang.
    Seketika terdengar suara ‘Huuuuuu….!!!’ Ternyata ada tukang nasi goreng sedang mendorong gerobaknya di jalur busway disorakin sama kernet-kernet bis. Si Bapak mempercepat langkahnya seperti dikejar-kejar binatang buas. Akhirnya bus sampai pada pemberhentian terakhir, para penumpang turun dengan tertib. Kacamataku tertutup selaput kabut es sedingin salju yang tidak bisa hilang kalau tidak dilap. Dingin banget.
    Busway memang memiliki banyak keunggulan, tapi bukan tanpa cacat. Berikut minus pointsnya:
    1. Improvisasi pengadaan unit bis untuk titik-titik ramai (misal: sawah besar, monas) dan kelengkapannya (kaset petunjuk tempat pemberhentian selanjutnya) sepatutnya diadakan
    2. Pengemudi masih suka ngebut dan berhenti mendadak
    3. Fasilitas pendukung belum 100% clear
    4. Pembebasan jalur yang tertunda mengakibatkan kemacetan
    5. Belum tersedianya halte Vespa [hehehe]
    7. Terlihatnya kecemburuan supir dan kernet PP* & May*sa** Bak** karena pesangon supir Busway sebesar IDR 2.4 mio katanya ) [ini plus ato minus ya?? ]
    Meskipun Pak Herry Rotti sudah menyetujui pengalihan trayek bus yang bersinggungan dengan busway, namun penurunan pendapatan bus tidak dapat dielakkan. Akhirnya, rencana Pak Gubernur untuk membuat lagi koridor di titik baru mendapat tantangan untuk mengatasi kemacetan tanpa menimbulkan kemacetan.

    Advertisements

    No Responses Yet to "Nyobain Transjakarta"

    Wah, kapan yah halte harmoni kelar?? bisa jadi alternatif bagus nich buat ngatasin kemacetan tanpa kemacetan 🙂

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    RSS Recent Quakes

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
    %d bloggers like this: