idA.K

Kopi Ayah

Posted on: August 11, 2006

Masih ingat lagu ini? Lagu ini populer ketika Aceh dihantam Tsunami 2004 silam, berikut petikannya:

Jino lon kisah .. saboh riwayat

kisah baro that.. baro that di Aceh Raya ..

Lam karo Aceh.. Aceh… dst.dst..

Ah, betapa mengiris-iris hati mendengarnya. Mengingat bencana menyapu pulau, tak sisa satupun, kecuali masjid-masjid di serambi Mekah.

Beberapa jenak lalu, adikku sempat mengunjungi Aceh selama seminggu. Katanya, pantai masih porak poranda, sayang gak ada potonya 😦 Oia, terus katanya, kalau lihat orang Aceh, nggak ada yang hidungnya nggak mancung. WOW!! (apa coba?) Tapi di sana makannya nasi Padang terus, jadi sakit perut katanya 🙂

Tapi ada yang lucu. Untuk buah tangan, adikku tak lupa membeli beberapa benda dan makanan. Salah satunya kopi, entah dari jenis apa (aku kurang gemar kopi ber-ampas). Setelah dilihat, kopinya merek ‘Ayah’. Kemudian benda yang ke-dua adalah keripik pedas macam opak. Ini pun mereknya ‘Ayah’. Padahal belinya di lain toko, dan nama tokonya pun bukan Toko Ayah. Kemudian ada rujak, semacam rujak bebek (bukan rujak bEbEk), namun lebih pedas sangat. Yang ini bukan rujak ‘Ayah’. Tambahan lagi, ada ikan kayu, benar-benar keras semisal kayu. Walaupun telah direndam direbus berlama-lama, tetap saja masih keras. Ternyata cara masaknya salah. Ikan kayu itu harus disuwir-suwir, hingga jadi serpihan kecil, sehingga tidak sulit menggigit dan mengunyahnya. Gitu tho..  😦 Namun ada apa dengan Ayahnya orang Aceh??

Jikalau kawan ingin melihat, ada lagi cinderamata yang dibawanya pulang sebagai jatidiri Aceh, tak lain adalah rencong yang sangat terkenal itu. Aku baru tau, ternyata rencong itu imut, tak seperti namanya yang sangar. Panjangnya hanya sejengkal orang dewasa. Terbuat dari aseli gading gajah. Ada sarungnya seperti golok. Bila hendak melihatnya tampak bersinar, maka gosoklah dengan daun kering. Senjata ini ada dua sisi. Yang satu bertuliska lafadz Basmalah, sisi lainnya berukir Nanggroe Aceh Darussalam. Ah, semoga Aceh tetap jaya.

Advertisements

1 Response to "Kopi Ayah"

:), tak pikir mau ngomongin apa…
ternyata mau mamerin rencong aceh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: