idA.K

This Could Feed The Whole Indonesia

Posted on: December 5, 2006

Pada Senin (27/11) lalu, berkesempatan sengaja menyempatkan diri untuk mengantar bude (kakak perempuan Ibu) untuk menunaikan rukun Islam yang ke-lima. Memakai jasa Pembimbing Ibadah Haji dari Yayasan Dian Al Mahri, acara pelepasan diselenggarakan di Sawangan, Depok (27/11/06).Menempati lahan seluas ratusan hektar (this might be a whole Kelapa Gading), memasuki gang sempit di daerah Meruyung Limo, Depok, Masjid megah berkubah emas 2000 kilogram (betul, 2 ton) terlihat mentereng diantara bangunan-bangunan rumah sederhana di sekelilingnya.

Lahan sangat luas ini dimiliki oleh seorang -say- pengusaha, aseli berkebangsaan Indonesia, Ibu Hj Dian Djuriah Maimum Al Rasyid. Menilik family name-nya, mungkinkah ada hubungan darah dengan seorang Raja di Arab sana?

Di atas hamparan daratan seluas itu, berdiri tiga buah cluster yaitu Masjid, Aula, dan kediaman Yang Mulia Komisaris Yayasan -that’s how they call her-. Yang mana yang dibuka untuk jamaah dan keluarga jamaah (belum dibuka untuk umum) adalah Masjid berkubah emas, dan Aula atau Gedung Serbaguna. Inipun belum diresmikan, dan akan diresmikan bulan Desember ini kalau tidak salah. Demi peresmian inilah, Sang Ibunda absen berangkat ke tanah suci untuk yang ke tiga puluh delapan kalinya, sehingga untuk menemani jamaahnya, digantikan oleh Sang Suami, Pak Maimun, begitu ia biasa disapa. Dan demi menggantinya, seluruh jamaah yang berjumlah kurang lebih 200 orang ditraktir masing-masing sebanyak 50 US$.

Memakai material mahal impor dari Italia dan negeri-negeri nun jauh di sana, masjid dan seluruh bangunan ini terlihat megah. Namun dari segi desain tidak lebih bagus dari misalnya- masjid At Tin dan banyak Islamic Center di Jadebotabek.

Acara dimulai dengan pemotretan jamaah beserta pengantar, sarapan, dan beberapa wejangan dari panitia yayasan. Setelah pembacaan Al Fatihah dan do’a untuk keselamatan para jamaah, acara ditutup dengan pembacaan Adzan oleh seorang Ustadz. Ibu Harmoko dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas sebagai tamu kehormatan terlihat cukup haru jika tidak terhalang pandangan oleh jambul nan menjulang meraih langit 😀

Akhirnya, dengan diantar bus-bus berlambang burung biru yang sudah diberi nomor, jamaah diberangkatkan ke pemondokan haji di Pondok Gede untuk kemudian diterbangkan ke tanah haram. Semoga menjadi haji mabrur.

Pengantar pun berduyun-duyun pulang mencari roda empat yang tadi pagi membawanya ke sana. Tak perlu resah, karena area ini mampu menampung ratusan bus besar, bukan lagi mobil-mobil pribadi saja, tapi ratusan bus besar, untuk ukuran sebuah parkiran masjid. Beberapa keluarga dan kerabat Yang Mulia Komisaris Yayasan terlihat menuju ke kediaman berpagar tinggi berpahatkan inisial DM, asyik menggunakan mobil golf karena jarak antara pagar dan ruang tamu pun dirasa cukup melelahkan jika ditempuh dengan berjalan kaki saja.

Sayang disayang, beberapa pengantar terlihat resah memeriksa tas karena kehilangan telepon genggam selagi mengantri makanan yang disediakan panitia. Semoga hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Dan semoga pemerataan cepat terasa, paling tidak bagi tetangga di sekitar yang hanya dapat membayangkan memiliki rumah besar dengan danau dan lapangan golf di dalamnya. Wallahu a’lam bis showab.

Advertisements

13 Responses to "This Could Feed The Whole Indonesia"

:), kita nyebutnya sebagai drama ironi berujung paradoks…

Hehe, bingung juga ya, kalo punya duit kebanyakan kayak gitu. Udah dibagi2 pun nggak habis-habis 😀

Punya e-mail addressnya Ibu Hajjah nan kaya raya ini gak, sapa tau beliau berkenan membentu saya yang sedang kesusahan.

masjid adalah milik umat,bukan milikl pribadi.anak-anak juga berhak untuk mengenal Tuhannya.Kalo anak yatim berusia 9 tahun gak boleh masuk juga ya????Anak yatim lho!!!!!!Saudaranya Rasul….

Saya tidak bermaksud membela Ibu Dian atau masjidnya, karena saya pikir jauh lebih baik membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit berkualitas namun gratis bagi masyarakat tidak mampu, daripada membangun masjid yang luarbiasa mewah ini. Karena sebaik2nya/makmurnya masjid bukan dari bahan apa ia dibangun, melainkan dari banyaknya jamaah yg shalat di masjid itu. Dibawah ini definisi masjid diambil dari wikipedia. Jadi tampaknya, walaupun luas, Ibu Dian berhak untuk membuat peraturan untuk masjid milik pribadinya (krn ia bukan masjid jami). Kalau di masjid itu anak dibawah umur 9th tidak boleh masuk, mereka bisa ke masjid lain yang terbuka bagi siapa saja untuk belajar agama atau apa saja yg baik2. Saya yakin anak-anak ini tidak akan kehilangan sesuatu yg berharga, dg tdk dapat masuk ke masjid emas ini.

Mosque
From Wikipedia, the free encyclopedia

A mosque is a place of worship for followers of the Islamic faith. Muslims often refer to the mosque by its Arabic name, masjid (pl. masajid) (Arabic: مسجد — pronounced: /ˈmæsʤıd/. The word “mosque” in English refers to all types of buildings dedicated for Islamic worship, although there is a distinction in Arabic between the smaller, privately owned mosque and the larger, “collective” mosque (masjid jami) (Arabic: جامع), which has more community and social amenities.

#4, #5
Url Please?

#4
Carefully reread par. 3, please:
Di atas hamparan daratan seluas itu, berdiri tiga buah cluster yaitu Masjid, Aula, dan kediaman Yang Mulia Komisaris Yayasan -that’s how they call her-. Yang mana yang dibuka untuk jamaah dan keluarga jamaah (belum dibuka untuk umum) adalah Masjid berkubah emas, dan Aula atau Gedung Serbaguna. Inipun belum diresmikan, dan akan diresmikan bulan Desember ini kalau tidak salah.

>>Des 2006 sudah resmi dibuka untuk umum.
Tapi, secara saya bukan pengurusnya, tanya aja langsung ama yg bersangkutan kali ya…??

subhanallah sekali

ass.wr.wb
kawan kalo punya alamat ibu Hajjah Dian boleh dong kasih aku, aku pingin mohon bantuan karena dikampung aku di lombok sedang direhab atas bantuannya aku trima kasih tolong ya kirim ke email ku wasalam dan kenal ku

Beberapa puluh tahun yang lalu, Taman Mini dikritik karena di-anggap proyek yang boros. Sekarang sudah menjadi tempat wisata favorit untuk rakyat biasa waktu” liburan akhir pekan yang panjang/ long weekend ” dan tempat untuk mengenal budaya Indonesia.

Masjid berkubah emas ini bisa menjadi alternatif untuk hari liburan, untuk melepaskan stress, daripada pergi ke mal melulu. Masjid ini juga menarik bagi yang tidak bisa ke luar negeri, atau bagi yang sudah beberapa kali ke luar negeri untuk mencari ilham dan siraman rohani. Lebih baik ke tempat wisata lokal saja seperti masjid ini dari pada ke luar negeri, biar duit tinggal di dalam negeri saja…

Masjid berkubah emas ini bisa menjadi tempat wisata rohani dan mengangkat perekonomian daerah Meruyung/Depok dan wisata lokal. Wilayah yang luas dan tempat jalan kaki yang lebar bisa menjadi tempat untuk jalan kaki jarak jauh bagi yang suka berolah raga. Saya sendiri sempat berjalan kaki cepat selama 1 jam di taman itu , tapi tidak berhasil menempuh seluruh taman sekitar masjidnya.

Menurut saya masjidnya tidak terlalu besar, tapi menangnya di kubah masnya dan warna dinding yamg terkesan adem, dan taman yang berpuluhan hektar. Tapi menurut koran2, masih ada rencana untuk membangun pesantren dan lain2 , jadi akan menugrangi luasnya taman ini.

Wilayah ini pada saat ini hanya terbuka dari jam 4-7 pagi dan dari jam 10 sampai jam 8 malam.

Mudah2 an jalan cinere raya dan meruyung raya dan lain2 diperlebar secepat mungkin supaya orang tidak terlalu stress kalau pergi ke masjid berkubah emas ini. Semoga jalan Tol Jagorawi- Cimanggis- Cinere selesai sekitar tahun 2009 karena letak masjid ini dekat sekali dengan jalan tol ini. Rencana jalan tol jalan antasari -pancoran mas (depok) juga akan mempermudah orang untuk pergi ke masjid ini.

Memang anak umur 7 ke -bawah tidak bisa masuk ke bagian tertutup dari masjid. Rumput di taman tidak boleh di-injak siapa pun, tapi anak2 dibawah 7 tahun di perbolehkan di bagian masjid yang terbuka, di aula, di jalan 2 yang lebar dan di toko2 dan restoran.

Semoga masjid ini menjadi tempat wisata rohani yang terpelihara dengan baik dan bisa memberi berkat kepada masyarakat indonesia.

Alhamdulillah kini indonesia juga punya juga mesjid yang se-hebat , se-indah dan semegah itu!namun sayangnya islam indonesia hanya mendahulukan yang nampak-nampaknya doank !! sedangkan keimanan dan ketaqwaanya??? semoga ini awal dari bangkitnya iman dan taqwa kita semua aminn……….

[…] Depok, Jawa Barat, yaitu masjid Dian Al Mahri. Konon masjid ini dibangun dengan biaya pribadi oleh seorang wanita pengusaha kaya raya. beberapa artikel dengan fotonya bisa dilihat disini dan […]

Tips untuk pembaca:
– Ibu2 jangan bawa anak kecil dech…repoot..
– Kebersihan itu sebagian dari iman jadi bagi yg ingin berkunjung, masjid itu tempat ibadah bukan utk piknik, jangan nyampah dong
– Wanita..pliz dech..bawa kerudung krn bagi yg tdk mnutup aurat gak boleh masuk (ya iyalah namanya juga masjid)
– Bagi yg bawa kendaraan, parkir di dlm halaman masjid luas kok jadi jgn kecele ama tukang parkir di luar masjid soalnya kalo jalan kaki jauh lho..
But I like this mosque though, it gave me a shocked when I came here after Lebaran Day.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: