idA.K

Man, Don’t Do This To Us

Posted on: January 15, 2007

Saya Malu Duduk Jika Ada Orang Cacat, Wanita, dan Lansia Berdiri

Kalimat itu menghiasi kaca sebelah kanan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M-dan sekitarnya. Alangkah sempurnanya jika semua lelaki yang bisa baca-tulis di dalam bus sore itu melihat dan mengindahkan himbauan tersebut. Tapi sayang, banyak wanita dan orang tua dibiarkan berdiri, termasuk saya. Saya tersenyum getir membaca tulisan tersebut. Agar memberi sedikit efek sindiran, sengaja saya tatap lama-lama tulisan di kaca tadi, seakan mengejanya huruf demi huruf -kali aja ada yang ikut-ikutan membaca tulisannya-, sejurus kemudian melihat deretan pemuda yang mendapatkan tempat duduk, dan kembali saya menatap tulisan tadi. Rupanya tidak berpengaruh, tidak ada target yang bergeming.

Tempat favorit saya jika kebetulan tidak dapat tempat duduk di bus Tije adalah di belakang, pegangan tiang,dan menghadap depan. Alasannya, pegangan di kaitan yang terletak di atas kepala tidak mampu menahan bobot tubuh jika bus sedang berbelok-belok, maka saya pilih pegangan yang stay still.

Langit bertambah gelap. Traffic light menyala hijau, tandanya, sudah waktunya untuk turun dan berganti bus koridor 3 jurusan Pulo Gadung. Saya biasanya menunggu bus berhenti, baru berjalan mendekati pintu keluar, dari pada harus jalan sekarang dan berdesakan di sekitar pintu, toh pintunya belum terbuka.

Beberapa detik sebelum berjalan mendekati pintu keluar, ada gesture positif dari orang yang nampaknya turun di halte yang sama untuk berpindah bus. Mungkin telinganya merah waktu adegan menyindir tadi saya lakukan. Tentu saja saya tidak mengambil tempat duduk itu. Ealah om, om, sudah mau turun kok baru dikasih duduk. Mungkin doi Malu Duduk Jika Sudah Waktunya Turun šŸ˜€

Tags:

5 Responses to "Man, Don’t Do This To Us"

Kalo di sini, di tram ada tempat duduk khusus orang cacat dan manula. Yang biasanya kalo gak ada orang cacat atau manula didudukin sama orang2. Lebih lagi, biasanya orang cacat atau manula itu merasa bukan kategori cacat atau manula jadi lebih prefer duduk di kursi biasa, akhirnya yang duduk orang yang lagi depresi atau lonely karena duduk sendiri :p

Salam

Wah, kalo di sana sudah developed country, jadi nggak heran kalo yang kategori ‘didahulukan ‘malah merasa nggak cacat/manula. Kalo di sini sebaliknya.
Worse, ada bis 3/4 (i.e. metro mini/kowanbisata) bahkan nenek/kakek2 pun nggak dikasih duduk šŸ˜¦
Susah deh…

Da, minta ijin ya.
Tulisan loe ini gw masukin ke milis TiJe šŸ˜€

Boleh, Yog, boleh bgt. Sukur2 didengerin ama pengguna Tije yg laennya šŸ˜›

Sip, udah gw post kmaren. Mudah2an aja bisa masuk TransKota juga :). Thanks Da.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: