idA.K

Wahai Kawan, Ternyata Kabar Itu Benar Adanya

Posted on: July 2, 2007

Kawan, ingat postinganku tentang Ust. Yusuf Mansyur: sedekah membuka pintu rizki? Aku tidak hendak membuat ceramah lagi tentang itu, karena sudah banyak yang melakukannya. Ah, aku pun tidak hendak mencoba meyakinkanmu, lagi-lagi dengan cerita ajaib dan seperti mukjizat yang turun dari langit bak sinetron-sinetron yang berlatar bukan atheis.

Tapi izinkan aku sedikit saja bertutur. Seringkali, di saat kita sedang berada dalam kesulitan, lalu datang dhuafa yang meminta-minta, padahal kau pun tahu tak banyak rupiah tersisa dalam kantongmu, lalu kau gamang, kasih-engak-kasih-enggak-kasih-enggak. Biar dirimu memutuskan sendiri, kau lebih tahu kemampuanmu. Hanya, bila benar-benar tak ada yang bisa kau beri, doakanlah dhuafa itu agar Allah merahmatinya dan memberinya jalan keluar dari kesulitan hidupnya. Itupun ternyata sebuah bentuk pemberian, kawan. Ketika kau -paling tidak- bersitkan itu di dalam hatimu, maka ketahuilah kawan, malaikat mengamini doamu dan malaikat juga berkata, “Begitu juga dengan engkau”.

Bah, macam mana pula kita mendoakan orang, lantas malaikat mendoakan kita dengan doa yang sama?

Pernah dengar tentang dikabulkannya doa?

Jika tidak sekarang, maka nanti. Jika tidak dapat nanti, maka besok, lusa, dua tahun lagi, atau mungkin kau takkan pernah mendapatkannya di dunia ini, tapi di akhirat. Jika tidak dalam bentuk yang kau mohonkan, maka dalam bentuk lain yang lebih pas dengan keadaan dirimu. Benar, kawan, teruslah berdoa dan berusaha. Lakukan keduanya dengan sungguh-sungguh.

Ketika kau mulai lelah dengan doa dan usahamu, maka berhati-hatilah kawan, ketahuilah bahwa sesungguhnya pertolongan itu sudah sangat dekat, dan tinggal menunggu ‘pukulan’ terakhir darimu untuk home-run. ‘Tamparlah’ wajahmu dan bicaralah dengan lubuk hatimu yang terdalam, gerangan apa yang membuatmu sudah pantas mendapat apa yang kau pintakan? Tidak kau, tidak aku, tidak kita semua, tidak satupun dari kita boleh menganggap dirinya sudah cukup melakukan kebaikan.

Kawan, sekali lagi, semua ini hanyalah tinggal menunggu ‘pukulan’ terakhir untuk home-run. Sesungguhnya pada tiap usaha itu ada nilainya. Nilai dari sebuah usaha. Lihat pada dirimu, apa yang salah, apa yang kurang sempurna kau lakukan, perbaiki terus, secara konsisten dan penuh keyakinan bahwa usahamu akan membuahkan hasil. Maka pada titik ketika kau bangkit lagi dari lelahmu, disitulah kau ketuk pintu langit, kau kirimkan pintamu tinggi ke tujuh lapis langit Sang Pemilik Arsy dengan penuh keyakinan. Dan tunggulah, bersabarlah, saatnya akan tiba. Saat diijabahnya pintamu, bahkan kau dapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang selama ini kau pintakan. Buah dari usaha dan doamu. Tapi kau pun harus tetap tahu diri. Janganlah terlalu gembira dengan semua yang kau dapatkan dan lantas melenakanmu dan melemahkanmu, lantas menghentikan semua usaha dan doa yang selama ini kau lakukan. Jangan! Bukankah Ia akan menambah nikmatmu jika kau pandai bersyukur? Dan bukankah Ia akan mengingatmu di kala sedihmu, jika kau ingat pada-Nya di saat kau bersukacita?

Kau tentu bosan membacanya, kan? Tunggulah sampai kau alami sendiri, baru kau percaya dan kau mulai mencoba meyakini orang tentang apa yang kau alami, dan kau berkata, “Wahai Kawan, Ternyata Kabar Itu Benar Adanya.”

Tags:

3 Responses to "Wahai Kawan, Ternyata Kabar Itu Benar Adanya"

assalamualaikum jeng ida…
numpang mampir, semoga berkenan. mana jamuannya?! secangkir teh atw kue2 gitu…🙂
ida…tetaplah menulis… agar hati lebih terbuka, mngungkap makna yang terpendam, agar bermanfaat bagi orang lain…
ALLOHUMA’AKUM…

Wa’alaykum salam wr wn mbakyu, monggo mampir, jamuannya alakadarnya🙂

[…] Semakin bisa melakukan segala sesuatu berdasarkan prioritas. Toh akan semakin dekat dengan home-run itu lagi. Semakin banyak kesempatan terbuka lebar. Semakin menghargai betul dengan sungguh penuh […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: