idA.K

hikmah

Posted on: July 28, 2008

Terkadang kita bisa menemukan atau mendapatkan hikmah dari sesuatu yang paling sederhana sekalipun. Atau dari sesuatu yang sebenarnya kita sudah sering kali mendengarnya, hanya saja, jika kita mau lebih merenunginya, sesuatu itu akan terasa berbeda, bahkan terasa seperti kita baru saja mendengarnya.

I do not know, but these words just popped up from my simple mind:

Sebelum terlambat, pikir-pikirlah dulu, sebelum dirimu menyesal kemudian.

Rasa-rasanya itu lirik dari sebuah lagu dangdut yang saya nggak tau siapa yang nyanyi. Tapi moral lesson-nya adalah bahwa segala sesuatu, harus dipikirkan dengan matang, harus berpikir panjang, dikaji ulang sebanyak-banyaknya, dipikirkan sisi positif-negatifnya, direnungi secara rasional, pakai metode what -if, bagaimana jika saya seperti ini-apa yang akan terjadi, bisakah saya begini dan begitu, mampukah saya begini dan begitu, jangan terburu-buru dan hanya melihat satu sisi saja yang disukai sebagai shortcut, pendalaman teori dan dasar-dasar dalam hal tersebut juga harus mantap, apalagi jika hendak melangkah kepada sesuatu yang besar dan serius. Sebab jika tidak, penyesalan itu selalu datang di akhir. Dan penyesalan, sebarapapun besar-kecilnya, selalu menyakitkan..

Wallahu a’lam bis showab.

Advertisements
Tags:

2 Responses to "hikmah"

bagaimana mengafirmasi diri bahwa kita ini tengah menganalisa secara mendalam dan bukannya lagi ragu2 ngambil keputusan? 🙂

Setiap hal punya measurement index nya sendiri2.
Misalnya sebuah lagu, pasti memiliki pedoman yang tertuang dalam the Big Book-nya, mengenai item penting yang harus dinilai, misalnya keselarasan aransemen, dinamika nada, tingkat kesulitan pembawaan, dan seterusnya. Nah, sebisa mungkin peniaian kita harus mengacu pada hal-hal pokok ini. jika pada item-item ini saja, sebuah lagu tidak memenuhi prasyarat sebuah lagu yang dapat dikatakan baik, maka coret saja, meskipun mungkin ada hal-hal positif lain tapi tidak masuk dalam daftar item utama tadi.
Lebih dalam lagi, tanyakan saja pada hatimu, karena biasanya hati yang dekat dengan fitrahnya, tidak pernah berbohong. ‘Mintalah fatwa pada hatimu,’ kata syaikh Mustafa Masyhur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Recent Quakes

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: