idA.K

terima kasihku untuk pak guru

Posted on: September 5, 2008

Hotel Indonesia yang gak melakukan change, dan aroma restoran yang sama selama 32 tahun.

Isu ketahanan pangan nasional yang lemah, berikut grafik pertumbuhan penduduk dan kapasitas produksi pangan nasional yang grafiknya satu naek satu turun.

Isu LNG tangguh.

Isu wirausahawan Indonesia.

Surat pribadinya ke Wall Mart dan bersaing dengan supplier kelas ‘gajah’.

Bypass distribusi barang yang gak harus dari atau lewat Singapura.

Majalah Fortune taun 2007 yang memuat companies yang masuk Fortune 500 (hidup Wal Mart.. !!).

Isu pelabuhan di tanjung priok yg udah condensed banget, dan biaya lift on lift off barang yang masuk ke Indonesia yang triliunan per tahun.

Isu low cost provider – Air Asia & Value Air, lengkap dengan brosurnya.

WiMax. Yg ini gak ada kaitannya dengan topik kuliah, tapi berkaitan dengan projek anaknya yg nomer 1.

Foto-foto anaknya waktu beli PS3 di HK.

Foto-foto jadul dirinya ama kliennya yg kebanyakan bule waktu bikin proyek macem-macem gak keitung di belahan bumi mana, plus mitos foto bertiga yang udah kejadian.

Cerita toilet bandara yg gak ada tissue-nya.

Cerita tentang negosiator Amerika di meeting, dan petuah untuk jangan lagi baca materi waktu meeting (coz it’s too late).

Kuis ‘Air Asia’ yang dibikin mirip kontes dan kenang2an buku Air Asia untuk juwara 1.

Kata-kata sakti: ‘Tolong dengarkan, ini serius …’ dan pengandaian ruang kelas yang setiap pertemuan harus seperti rapat direksi, so we have no excuse not to speak up and to come late.

Kata-kata penyemangat setelah meluncur pendapat kami: ‘Luar biasa, tepuk tangan dulu dong …’ hore…kelasnya rame banget penuh applause dan apresiasi serta pemikiran hebat.

Itu barusan cuma sepenggal dari masih banyak lagi slice of life yang terjadi di kelas strategic management in business yang sebentar lagi akan jadi kenangan indah, hiks.. Semua anak di kelas jadi rame, tapi ramenya positif. Seru deh pokoknya. Yang selama ini jarang ngomong jadi kedengeran suaranya, yang udah rame jadi tambah nyebelin, huehuehue.

Poko’e, kelas ini mantabf banget. Udah sekian lama gak nemu guru (dosen) yang ngajarnya oke banget. Gimana gak oke, setiap kali pertemuan 3jam yang harusnya ada break, ini gak ada breaknya sama sekali (later on i realize that this is actually has positive impact on us), soale biasanya emang kalo ada break, anak2 jadi pada lama baliknya. Belom lagi gaya bicaranya yang jelas, sharp, kecepatan sedang, semua mengerti, dan konstan!!! Bayangin, 3 jam ngajar suaranya tetap stabil. Jaket coklatnya (kadang item) yang selalu nempel di badan (emang sih, ruangan kelas dingin banget gak kira2). Rambutnya yang belom putih (ato dicat item?) di usianya yang udah di mid-50. Lulusan MBA University of Western Illinois ini punya segudang pengalaman bisnis yang real, best practice yang gak pelit-pelit dia bagi buat semua mahasiswanya tercinta. Selalu aja ada yang baru di sesi-sesi kelas berikutnya, dan saya pribadi selalu nungguin dengan antusias, kaya nunggu kelanjutan serial McGyver jaman dulu. Beliau selalu menyajikan informasi dengan sense Indonesia (walopun textbook-nya American minded banged) disertai fakta berupa angka-angka yang mencengangkan. Rugi deh rasanya kalo masuk kelas ini tapi gak punya bekal paling nggak isu terkini di dalem negeri sama isu global. Beliau menaruh besar sekali harapan pada pundak kami, agar setelah lulus nanti untuk memberikan kontribusi yang nyata untuk negeri yang sudah sakit parah. Negeri ini butuh orang-orang yang tidak hanya pintar, tapi mau dan mampu menyelamakan negerinya sendiri, dan motivator hebat seperti Bapak. We love you Pak Alfiantono… 🙂

Advertisements

3 Responses to "terima kasihku untuk pak guru"

[…] sekelasku yang kerja di Bank Niaga. Ceritanya doi lagi sholat maghrib abis buka puwasa. Kebetulan dosenku yang jadi imamnya. Berdua sama temen saya satu lagi, sekelas juga. Pas selesai sholat, pake sepatu, […]

Setelah membaca tulisan ini, saya jadi ingin masuk ruang kelas dan ikut kuliah Strategic Management-nya bapak Alfiantono. 🙂

Seneng ya kalo diajar sama dosen yang interaktif, cerdas, dan nggak ngebosenin. Saya sendiri baru menemukan dosen-dosen seperti ini tahun ini, tahun-tahun lalu rasanya kuliah membosankan…

Kalau diajar dosen kayak gini rasanya ilmu tuh masuk ke otak, nggak ‘ngawang2’, rasanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan. :p Kalau dosen yang banyak pengalaman di lapangan bakal banyak cerita-cerita kehidupan dan pengalamannya, jadi yang kita dapet nggak cuma ilmu buku aja.

Udah mau lulus belum?
Salam kenal ya ngomong2. 🙂

poko’e mantab deh si Bapak ini. insyaAllah sebentar lagi lulus… Salam kenal juga 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Recent Quakes

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: